abu abu dalam asa

argumentasi tak selamanya berpijak pada sebuah realita. yang awalnya masuk akal tapi pada akhirnya fakta hanyalah sebuah angin lepas yang tak kunjung berpaut.
orang-orang menganggapmu ada, mereka melihatmu secara nyata dan kasat mata,mereka berbicara denganmu dengan begitu lihainya, mereka menyapamu, bertukar pikiran denganmu, dan mendapatkan apa yang tak mereka punya darimu.
filosofi sebuah kehidupan tentangmu, bagiku hanya sebuah asa yang tak tau alur ceritanya. aku tak seperti mereka yang bisa berkomunikasi dan bertukar pemikiran. tidak.. sama sekali aku tidak pernah seperti itu. entah mungkin aku yang kurang begitu bersosialisasi dengan lingkungan , kurasa tidak.
sebisa mungkin aku terus berjalan dalam sebuah harapan yang tak pasti, meskipun banyak yang beranggapan itu menyakitkan. untuk apa?
jelas untukku sendiri. kilas balik tentang sebuah cerita yang menerobos fikiranku membuatku semakin ingin mengetahui seperti apa sosok dirimu yang sebenarnya.
aku memang tidak mempunyai banyak pengalaman tentang jalan cerita seperti ini. yang aku tahu bahwasannya kehidupan seseorang itu tidaklah semua harus berprioritas pada satu titik tumpu.
aku ingin membuktikan apakah kamu sama seperti yang mereka katakan, . sikap yang mulai bergeming dari sekujur tubuh tak henti membuatku untuk terus mengasah bagaimana aku bisa menebak sikapmu.
aku tak mengenalmu, memang tidak.. tapi seruan panjang dari sebuah ikatan persahabatan yang mendorongku untuk melakukan ini.
melakukan sesuatu hal yang tak pernah terlintas dalam memory seorang wanita biasa,. mengenalmu layaknya seperti berkenalan dengan orang lain.
namun pada saat itu. ada suatu permasalahan yang tidak ku ketahui hingga sekarang. bukan… bukan rasa yang terpendam dan membekas .
akan tetapiii..
ah, alangkah sebaiknya aku melupakan sejenak . hingga pada akhirnya matahari pagi itupun yang memanggilku untuk beranjak dari fikiran yang seharusnya ku bakar dalam bara. suatu ketika ada yang mengganjal, aneh dan tidak realisits.. apa ini ?? kenapa seperti ini? namun aku hanya menyimpulkan dan memastikan bahwa ini hanya seutas sapaan dari yang ku alami saat ini.
semakin hari semakin denting jam berbunyi.. aku rasa alangkah baiknya fikiran itu tidak ku bakar terlebih dahulu.
seteliti mungkin aku bertanya pada diriku kenapa aku mempertahankan fikiran itu. berusaha untuk menolaknya. penilaianku terhadapmu layak ku beri 0,5 . karena apa?
karena apa yang mereka katakan tak sependapat dengan apa yang aku alami. bagiku kamu abu-abu , yang tak tahu entah kemana arah selanjutnya. datang dan pergi begitu saja. semua ku kira baik-baik saja dari opening , meski ku tak tahu sama sekali seperti apa endingnya..
namun tetap saja.. kehadiranmu tidak mencairkan keadaan , kamu yang memperkeruh keadaan dengan abu-abu darimu. aku hanya ingin diam. terdiam dalam asa yang tidak menentu. segera ku ingin beranjak dari masa ini. secepat mungkin.. namun,, jika saja abu-abu yang ada pada dirimu berubah menjadi hijau. tidak bisa ku pungkiri.. ini yang ku pilih..
bertahan.. meskipun tak seorang pun menyadarinya bahkan mengetahui itu. sayangnya.. aku masih harus belajar untuk memahami setiap maksud baikmu. meski ku tak tau.. kapan kau beralih dari ABU-ABUmu itu..

#lusiana_24#

Advertisements

3 thoughts on “abu abu dalam asa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s